"Saat
itu warga sedang melakukan penggalian tanah untuk menimbun jalan, di
antara tanah yang digali ditemukan batu bata, dan segera dilaporkan ke
kami, pada Selasa (2/7)," kata Kristanto, Bagian pemugaran di Balai
Pelestarian Cagar Budaya Jambi, Selasa (10/7).
Selanjutnya pihak balai melakukan penggalian, dan benar dinyatakan jika itu adalah bangunan candi. Temuan situs yang diduga bangunan candi, saat ini sudah digali.
"Kami sudah melakukan penggalian, dan ditemukan bentuk selasar dan tangga. Jarak antara selasar ke tangga sekitar 5 meteran," kata Kristanto.
Jika dilihat dari bentuk bata dan susunannya, diperkirakan serupa dengan Candi Muaro Jambi.
"Di lokasi kami juga menemukan keramik yang diperkirakan berasal dari abad 10-12 Masehi, atau zaman Sung," jelasnya.
Di Provinsi Jambi banyak terdapat peninggalan zaman sejarah, berupa candi, terutama di sepanjang aliran Sungai Batanghari.
"Ada sekitar 84 titik yang sudah ditemukan di sepanjang aliran sungai Batanghari, berupa bangunan candi, sementara untuk proses pemugaran cagar budayanya, tergantung kepada pemerintah daerah yang bersangkutan," kata Kristanto.
Selanjutnya pihak balai melakukan penggalian, dan benar dinyatakan jika itu adalah bangunan candi. Temuan situs yang diduga bangunan candi, saat ini sudah digali.
"Kami sudah melakukan penggalian, dan ditemukan bentuk selasar dan tangga. Jarak antara selasar ke tangga sekitar 5 meteran," kata Kristanto.
Jika dilihat dari bentuk bata dan susunannya, diperkirakan serupa dengan Candi Muaro Jambi.
"Di lokasi kami juga menemukan keramik yang diperkirakan berasal dari abad 10-12 Masehi, atau zaman Sung," jelasnya.
Di Provinsi Jambi banyak terdapat peninggalan zaman sejarah, berupa candi, terutama di sepanjang aliran Sungai Batanghari.
"Ada sekitar 84 titik yang sudah ditemukan di sepanjang aliran sungai Batanghari, berupa bangunan candi, sementara untuk proses pemugaran cagar budayanya, tergantung kepada pemerintah daerah yang bersangkutan," kata Kristanto.