Lokasi Penemuan Fosil di Desa Kumun
”Saat saya temukan kondisinya lengkap dengan bagian rahang dan tengkoraknya, bentuknya seperti tengkorak kepala kingkong sebesar pesawat televisi 14 inchi. Namun ketika saya angkat tengkorak itu hancur lebur seperti abu karena ternyata sudah sangat keropos,” jelasnya.
Hanya empat gigi berukuran hampir sejengkal itulah yang masih utuh dan kuat. Menurut dia dulunya ukuran gigi itu lebih sejengkal, namun bagian akar gigi yang terpancang di tulang rahangnya juga sudah keropos dan akhirnya hancur saat dibersihkan.
”Selain empat gigi ini, dulu waktu ditemukan juga ada dua buah gigi taring yang sangat panjang, ujungnya runcing tajam seperti pisau. Kedua taring itu disimpan oleh rekan saya, tapi beberapa waktu lalu dia mengaku sepasang taring itu telah hilang,” papar Pardinal.
Selain gigi‑gigi yang diduga manusia purba itu, selama menggeluti profesi sebagai penambang pasir dan batu, dirinya mengaku sering menemukan berbagai benda aneh yang diguga peninggalan purbakala yang umumnya dalam bentuk batu.
Diantaranya ada batu yang menyerupai tapak sandal seukuran sepatu orang dewasa, ada dua batu menyerupai Gong menempel di dinding yang disangka sarang semut. Dan ada lempengan batu kecil menyerupai kancing busana.
”Ada juga batu‑batu mulia warna‑warni seperti batu permata, ada juga yang dalam bentuk pecahan piring dan mangkok keramik beraksara china, dan ada juga berupa kitab beraksara arab mini seukuran seperempat kotak korek api,” katanya.
Kesemuanya, disimpan karena menyadari nilai sejarahnya. ”Sebagian lainnya ada yang disimpan oleh warga lain yang merupakan rekan‑rekan kerja saya. Saya akui ada beberapa orang rekan yang sudah menghilangkan dan menjual temuan kami itu,” jelasnya.(edi januar)
Penulis : Edijanuar
Editor : Deddy
Sumber : Tribunjambi.com