Tari rangguk kumun
MisterikerinciSejarah
Kumun tak terlepas dari pengaruh-pengaruh kerajaaan yang berkuasa
disekitar Kerinci pada umumnya.Seperti kerajaan Pagaruyung di Sumater
Barat. Dan kerajaan melayu Jambi di Muara takus.
Hal
ini di tandai beberapa situs purba yang menandai adanya
pertemuan-pertemuan yang melambangkana adanya pengakuan oleh raja-raja
kedua kerajaan tersebut.Dari zaman itu berkembang dengan pesat seni dan
budaya yang berasilimasi dengan perkembangan budaya islam dari kedua
kerajaan tersebut.
Kecamatan
kumun Debai terbentuk dari sembilan desa yang terbentang dari desa Air
Teluh yang berbatasan dengan kecamatan Sungai penuh sampai ke Desa Renah
kayu Embun di kaki Gunung Raya yang berbatasan dengan Bengkulu. Dan
didesa Debai mempunyai sejarah tersendiri pada masa penjajahan Belanda
diujung Timur yang berbatas dengan Setinjau Laut.
Kumun
Debai dengan jumlah penduduk 14.826 jiwa dimana roda perekonomian yang
mengerakkan segi-segi kehidupan 75% adalah pertanian,dengan sifat
gotong-Royong yang telah mendarah daging,kental dengan unsure seni dan
budaya.
Tari Rangguk
Tari
rangguk terus dilestarikan hingga sekarang,sebagai asset daerah dan
memperkaya budaya nasional.Tari rangguk dibawakan oleh remaja-remaja
putrid dengan membaea rebana.Rabana adalah artinya Rab,tuhan. Penari
mengunakan khas kerinci yang disebut kuluk berhiaskan 40 cincin dan 9
kunci yang berhiaskan manik-manik yang berkilau.
Tari Piring
Tari
piring sangat kental dengan nuansa magis.Penari adalah putra-putri yang
masih remaja.Gerakan yang ditarikan ada gerakan silat.Ada gerakan
lompat harimau,Salto,memutar Piring.Gerakan tarian lebih pencak