Sepertinya tidak ada hal istimewa di
Gunung Anak Krakatau, selain letaknya yang berada di tengah laut. “Turis
asing biasanya datang hanya buat `trekking`. Mereka naik ke puncak dan
berfoto, itu saja,” kata Amir 29 tahun, salah seorang penjaga Anak
Krakatau.
Amir
yang berasal dari Pulau Sebesi, pulau yang berjarak dua jam perjalanan
dengan kapal dari Anak Krakatau tersebut, malah lebih tertarik untuk
menceritakan mengenai kisah misteri yang melingkupi Anak Krakatau.
“Kadang-kadang, di malam hari kami mendengar suara-suara ramai, padahal
tidak ada orang,” katanya.